Article

Search

Java atau Kotlin? Android Developer Pilih…

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Memang reputasi bahasa Java sudah tidak dapat terbantahkan lagi sebagai salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di dunia. Walaupun begitu, Android sudah lama membutuhkan bahasa yang lebih modern daripada bahasa Java. Kotlin datang dan mengisi celah tersebut sejak diumumkan sebagai bahasa resmi untuk Android tahun 2017 oleh Google IO.

Jadi ya, Kotlin adalah bahasa yang hebat, diketik secara statis dan tidak menggunakan sintaks yang terlalu bertele- tele seperti bahasa Java. Tetapi apakah itu secara otomatis menjadikannya pilihan utama untuk mengembangkan aplikasi  Android? Bagaimana dengan fakta bahwa Java telah ada sekitar puluhan tahun dari sekarang, apakah bahasa yang dibangun oleh Android sendiri dan telah sangat dihormati dikalangan pengembang Android untuk waktu yang sangat lama akan ditinggalkan dan beralih ke bahasa Kotlin ini? Jadi bahasa apa yang harus Anda pilih untuk dipelajari?

Sekarang, mari kita bicara tentang Java dan Kotlin secara terperinci, untuk melihat mana yang menarik minat Anda.

 

Java

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems, yang sekarang dimiliki oleh Oracle. Menjadi bahasa yang sangat kuno, Java dapat melakukan banyak hal daripada hanya mengembangkan aplikasi Android. Jadi, jika Anda menguasai bahasa pemrograman Java, Anda memiliki lebih banyak peluang kerja. Anda mungkin tidak ingin hanya mengembangkan aplikasi Android setiap saat. Java memungkinkan Anda merentangkan sayap lebih lebar. Tetapi jika Java Anda gunakan hanya khusus dalam mengembangkan aplikasi Android, maka mari kita bahas pro dan kontra dari Java untuk aplikasi android.

 

Pro dari Java

·        Mudah dipelajari dan dipahami.

·        Berfungsi dengan baik untuk aplikasi native maupun lintas platform.

·        Karena Android sendiri dibangun dengan bahasa Java, ada banyak library Java yang dapat membantu. Java memiliki open-source ekositem yang lebih luas.

·        Aplikasi Java lebih ringan, bahkan jika dibandingkan dengan aplikasi Kotlin, menghasilkan pengalaman aplikasi yang lebih cepat.

 

Kontra dari Java

·        Java adalah bahasa tipe-berat, yang berarti Anda menulis lebih banyak kode, meningkatkan kemungkinan kesalahan dan bug.

·        Java mengalami beberapa masalah dengan desain API Android karena keterbatasan yang melekat.

·        Java membutuhkan lebih banyak memori dibandingkan dengan bahasa lain dan karenanya cenderung lebih lambat.

 

Kotlin

JetBrains, orang-orang yang menciptakan Intellij, mereka kemudian juga menciptakan Kotlin. Kotlin merupakan open-source, bahasa yang diketik secara statis berdasarkan Java Virtual Machine (JVM). Keuntungan dengan Kotlin adalah Anda dapat mengompilasinya ke JavaScript dan mengoperasinya dengan Java. Hal ini memungkinkan pengembang untuk tidak hanya dengan mudah memperbarui aplikasi Java yang lama ke Kotlin, tetapi juga meneruskan pekerjaan lama mereka dari Java ke Kotlin.

 

Pro dari Kotlin

·        Kotlin jelas lebih cepat untuk menulis dan karenanya, sangat disukai oleh pengembang. Jika di Java membutuhkan 50 baris kode, pada kotlin dibutuhkan 1-2 baris saja. Ini juga berarti ada lebih sedikit kesalahan dan bug.

·        Kotlin membantu membangun API yang bersih

·        Berkat Java bytecode, Anda dapat menggunakan pustaka dan kerangka kerja Java di Kotlin, menjadikan transisi dari Java ke Kotlin menjadi mulus.

·        Kotlin memiliki null yang sangat dibutuhkan dalam sistem tipenya, sesuatu yang hilang di Java. Android menggunakan null untuk mewakili tidak adanya nilai dan Kotlin memungkinkan Anda menggunakan null.

 

Kontra dari Kotlin

·        Kotlin menunjukkan kecepatan kompilasi yang lebih lambat daripada Java dalam banyak kasus, meskipun Kotlin juga mengalahkan Java dalam beberapa kasus.

·        Komunitas Kotlin masih sedikit dan sumber belajarnya terbatas, sehingga menemukan jawaban untuk masalah akan lebih sulit. Namun, dengan popularitasnya yang semakin meningkat, sumber daya dan komunitas akan berkembang seiring waktu.

·        Karena Kotlin masih baru, menemukan pengembang berpengalaman yang dapat bertindak sebagai mentor untuk tim Anda bisa menjadi sedikit sulit.

Jadi jawaban dari pertanyaan sebelumnya adalah “tergantung”. Siapa pun yang membangun aplikasi Android harus memiliki pengetahuan tentang Java, bahkan jika ingin berspesialisasi dalam Kotlin atau bahasa lain nantinya. Jadi jika Anda sudah menjadi programmer java yang baru saja ingin mulai mengembangkan aplikasi Android, Anda bisa mulai dengan Kotlin. Tetapi jika Anda seorang pemula yang tidak pernah sama sekali membangun aplikasi Android, mulailah dengan Java. Java adalah fondasi pengembangan Android dan karenanya membantu Anda mempelajari etiket yang tepat dan mendapatkan dasar-dasar pengerjaan aplikasi dengan benar.

 

Sumber : Hiral Atha, moveoapps

 

Informasi & Pendaftaran

  • Jl. Jend. A.H. Nasution Komplek Metrolink Business Park Blok B:6-7-8 (Sebelah Asrama Haji), Medan
    Jl. Mangkubumi No.15-G (di Belakang Toko Buah Berastagi Jl. Wajir), Medan
  • (061) 786 2188 / 785 2199 (A.H. Nasution)    |    (061) 456 6789 / 456 5938 (Mangkubumi)   |   0851 0700 2113 (Hp)
  • cs@wi-learning.ac.id